Jumat, 13 September 2013

Try With Me Chapter 1

HANNA

Hari ini adalah hari di mana aku dan James akan menikah. Ya Tuhan, aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk menikah secepat ini. Tidak sebelum aku menjadi seorang dokter. Minimal aku lulus dari kuliahku dengan nilai yang memuaskan dan menyandanh gelas sarjana kedokteran.

Pertemuan yang tak pernah aku duga sebelumnya malah membawaku pada mimpi buruk ini. Aku terjebak dalam sandiwara pernikahan dengan seorang CEO ternama di negeri ini. Kesan yang aku tangkap saat bertemu dengannya tidak  begitu menyenangkan.

Yang membuatku kesal Mom dan Dad menerima begitu saja lamaran James. Bykankah Mom dan Dad ingin aku menyelesaikan pendidikanku dulu. Tapi... dengan begitu mudahnya mereka menerima lamaran James. Entah pesona apa yang yang di miliki oleh James. Sampai-sampai Mom dan Dad langsung luluh begitu saja.

Jujur saja sebenarnya aku cukup tertarik ah tidak tidak hanya sedikit tertarik kepadanya. Bagiku Jamrs itu seorang pria yang jauh dari kesan romantis. Dia selalu bersikap dingin dan kasar. Dia benar-benar bukan pria yang masuk kategori pria idamanku.

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati lagi kebebasanku seperti dulu lagi. Aku tak tahu pernikahan ini akan seperti apa jadinya. Karena tak ada perasaan cinta sedikitpun di antara aku dan James.

Suara ketukan di pintu langsung menginterupsi pikiranku yang sedari tadi melanglang buana. Ternyata Mom yang datang.

"Sudah saat sayang, apa kau sudah siap?" Tanya Mom.

"Ah, aku sudah siap Mom apakah penampilanku masih ada yang kurang?"

"Tidak sayang, penampilanmu benar-benar sangat sempurna. Kau sangat cantik, Mom dan Dad tidak menyangka bahwa akan melepasmu secepat ini." Ucap Mom dengan mata yang berkaca-kaca.

Ingin rasanya aku mengatakan mengapa Mom dan Dad langsung menyetujui pernikahan ini dengan begitu mudahnya. Tapi kata-kata itu tak pernah benar-benar berhasil keluar dari dalam mulutku. Aku hanya bisa memeluk Mom dan berkata, "Mom, jangan sedih. Aku masih tinggal di sini untuk menyelesaikan kuliahku. Aku rasa James tidak mau jika istrinya sampai berhenti kuliah. Aku akan sering mengunjungi Mom dan Dad jadi jangan bersedih." Ucapku sambil memeluk Mom dengan erat.

"Ayo kita segera keluar. Dad sudah menunggu di depan pintu. Sepertinya James juga sudah gelisah menunggu kedatanganmu." Ucap Mom sambil melepaskan pelukannya.

Lalu Mom menggandengku keluar kamar. Di sana sudah ada Dad yang menungguku. Dad terperangah melihat kedatanganku.

"Kau memang putri Dad yang sangat cantik. Ayo sayang, kita buat calon suamimu terpesona." Ucap Dad sambil membungkuk dan mengulurkan tangannya kepadaku.

Aku hanya tersenyum melihat apa yang Dad lakukan sambil menerima uluran tangannya. Dengan perlahan namun pasti Dad meggandengku menuju ketempat upacara pernikahan.

Keringam dingin mulai bermunculan dan membasahi tengkukku. Aku benar-benar sangat gugup sekali. Bagaimana jika tiba-tiba aku tersandung gaunku sendiri? Pasti itu akan sangat memalukan sekali.

"Rileks sayang, ambil nafas lalu hembuskan perlahan-lahan. Dad yakin bahwa kegugupanmu itu akan hilang." Bisik Dad.

"Terima kasih, Dad." Selama perjalanan menuju ke tempat upacara aku terua melakukan apa yang Dad perintahkan.

Ketika memasuki tempat upacara aku hanya bisa berdecak kagum melihat dekorasinya. James rupanya tidak main-main untuk meyakinkan semua orang bahwa ia benar-benar serius menikahiku.
Semua mata memandang ke arahku. Perasaan gugup itupun kembali menyerangku. Terlebih lagi ketika aku melihat James yang terus menatapku dengan tatapan tajam dan tak berkedip sedetikpun. Aku juga bisa melihat ada kilatan di matanya yang abu-abu itu.

Dan ketika aku semakin mendekatinya aku semakin merasa gugup. Di luar dugaan James memberikan senyumannya yang terlihat tulus sambil mengulurkan tangannya kepadaku. Lalu Dad menyerahkan tanganku kepada James.  Dan prosesi yang sakral itupun di mulai.  Tibalah saatnya bagi pengantin pria mencium pengantin wanita.

"James, di pipi saja ya." Bisikku yang di tanggapi oleh seringaian.

Lalu tiba-tiba James menarik wajahku mendekat dan mencium bibirku dengan sangat lembut sekali. Tubuhku menegang, rasanya seperti ada jutaan ribu volt listrik yang mengaliri tubuhku.

Aku mengerang ketika ia menggigit bibirku secara tiba-tiba. Lalu dengan sangat ahli James memasukan lidahnya ke dalam mulutku. Dan memaksaku mau tidak mau harus membalas ciumannya itu.

Ketika nafasku sudah mulai terengah karena kehabisan oksigen James melepaskan ciumannya. Dan membuatku hampir limbung namun James segera memangku tubuhku dan menatapku sambil menyeringai yang entah mengapa membuat perutku bergelung-gelung dengan perasaan yang begitu asing dan aneh.

Semua orang yang hadir memberikan selamat kepada kami berdua. Karena setepah upacara pernikahan acaranya langsung di lanjutkan dengan resepsi. Aku harus sabar mengikuti acara ini. Tak jarang James memperkenalkanku kepada beberapa relasi bisnisnya.

Ketika James sedang asyik berbincang dengan salah satu relasi bisnisnya aku langsung pergi menyelinap meninggalkannya. Karena sedari tadi kakiku sudah sangat pegal dan sakit sekali. Demi Tuhan aku tak ingin lagi memakai heels setinggi ini lagi. Sepertinya kakiku akam copot.

Aku memilih sebuah tempat duduk yang berada di pojokan. Aku langsung menghempaskan tubuhku di sana lalu melepaskan kedua heels yang sedari tadi membuatku kesakitan dan tidak nyaman. Ah, rasanya benar-benar sangat nyaman sekali, seruku dalam hati sambil menyandarkan tubuhku di sandaran kursi dan menutup mata.

Rasanya benar-benar sangat nyaman sekali. Sampai tiba-tiba aku merasakan tubuhku melayang. Dan sialnya mengapa mataku jadi sulit untuk di buka. Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar