Selasa, 21 Januari 2014

Night Passion Of A Grey Eyed Man ( Chapter 1 )

WARNING  20++ 


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, don't be a silent readers. Okay? 

`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡`♡


CHAPTER 1

"Ya... Ya, seperti itu sayang. Oh God."

Plak...

Plak..

"Ya Tuhan, ini sangat nikmat."

Plak...

Plak...

"Lebih cepat sayang... oh astaga... ahh..."  wanita itu pun mengerang panjang.

Suara-suara erangan dan lengguhan yang panjang itu kini memenuhi salah satu kamar suite terbaik di salah satu hotel bintang lima yang terletak di pinggiran kota. Sedangkan si pria terus memacu kejantanannya keluar masuk kewanitaan si wanita.

Si wanita terus menerus mengerang di terjang kenikmatan. Matanya terpejam meresapi sensasi setiap tusukan kejantanan yang saat ini sedang keluar masuk di liangnya. Ketika ia akan kembali mendapatkan orgasmenya yang entah sudah berapa kali si pria bermata abu-abu itu membuatnya frustasi karena si pria mencabut kejantanannya.

Si pria membalik tubuh si wanita, membuat setengah tubuhnya berada di lantai. Kemudian si pria mengambil beberapa utas tali dan mulai mengikat kedua tangan wanita itu ke tiang tempat tidur. Mengikat kedua kakinya lalu merentangkang tali itu agar kakinya terbuka lebar.

Si wanita benar-benar terekspos dengan posisi seperti itu. Kali ini si pria mengambil sebuah butt plug berwarna perak dan sebotol cairan pelumas. Si pria mendekati di wanita kemudian menapar pantatnya secara bergantian.

Ia mengoleskan cairan pelumas itu tepat di belahan pantat sang wanita. Kemudian meratakan cairan pelumas itu menggunakan tangannya. Ia mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anusnya dan tubuh si wanita bergetar dengan erangan yang mengiringi proses itu. Si pria menggerakkan jarinya keluar masuk, membuat si wanita menggelinjang karena nikmat.

Plakk...

Tiba-tiba si pria melayangkan kembali tamparan di pantat si wanita, "Diamlah jangan banyak bergerak, atau aku akan berbuat kasar kepadamu." Ia menggeram dengan suara serak yang begitu seksi.

Wanita itu mengerang sambil berusaha menenangkan dirinya. Setelah itu si pria mulai memasukkan butt plug yang sudah di lumuri oleh cairan pelumas.

"Ah..." si wanita mendesah, matanya terpejam menikmati setiap sensasi yang tengah menjalari bagian belakang tubuhnya itu.

Kemudian si pria menepatkan dirinya dia antara tubuh si wanita. Dengan posisi ia berada di bawah tubuh si wanita. Ia mengarahkan kejantannya yang masih keras itu memasuki organ intim si wanita.

Menempatkan tangannya di pantat si wanita agar mudah menggerakkan butt plug yang kini tertanam di pantat si wanita. Si wanita kembali mengeluarkan erangan-erangannya ketika butt plug itu mulai di gerakkan.

Gerakan menekan yang di lakukan pada butt plug di pantat si wanita otomatis membuat badannya terdorong dan membuat kejantanan si pria semakin dalam melesak masuk ke dalam kewanitaannya.

Tak perlu menunggu lama si wanita kini kembali di serang oleh gelombang kenikmatan. Kenikmatan yang begitu besar dan tak pernah di rasanya selama menjadi seorang wanita panggilan yang selalu menemani si pria.

Ketika tubuh si wanita lemas si pria melepaskan kejantannya kembali. Kali ini ia berada dalam posisi berdiri. Kemudian langsung menghujamkan kejantannya ke liang si wanita dan memacu kejantanannya dengan sangat keras dan cepat.

Tak peduli bahwa kini tubuh si wanita terkulai lemas akibat orgasme yang sedang di alaminya. Si pria terus memacu kejantanannya, kembali membangkitkan gairah si wanita. Hingga akhirnya si wanita kembsli mengalami orgasme dan si pria memuntahkan semua benihnya di punggung si wanita.

Si pria langsung melepaskan semua tali yang mengikat kaki dan tangan si wanita. Tubuh si wanita langsung meluruh ke lantai dengan kepala bersandar di tempat tidur. Si pria membopong tubuh di wanita dan meletakan tubuh si wanita di atas tempat tidur.

"Berbaringlah bersamaku, please." Pinta si wanita dengan suara yang nyaris berbisik.

"Tidak, kau tahu aku seperti apa bukan? Lagipula aku harus segera pergi, ada pertemuan yang harus aku hadiri." Timpal si pria sambil berjalan menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan dirinya si pria langsung berpakaian. Ia mendekati tempat tidur dan melihat si wanita tengah terlelap. Rona kemerahan masih menghiasi wajahnya. Meskipun terlihat kelelahan kepuasan terlihat di wajahnya.

Si pria meletakkan setumpuk uang di atas nakas. Kemudian ia melenggang keluar dari kamar suite tersebut.

***

Pria bermata abu-abu itu adalaj Maximilliano Andreas Alderman. Pemilik Alderman Inc, sebuah perusahaan yang memiliki rantai bisnis dalam bidang ekspsor dan impor hampir di seluruh dunia. Tampan, muda dan kaya raya menjadikan Max bujang paling di minati saat ini. Meskipun dia terkenal sebagai seorang Don Juan tapi tak pernah ada satupun wanita yang berhasil menarik perhatiannya.

Baginya wanita tak lebih dari sebuah alat pemuas hasratnya semata. Ia berganti wanita seperti mengganti pakaian. Setidaknya seperti itulah prinsip yang ia pegang selama ini. Cinta bukanlah sesuatu hal yang begitu berarti baginya. Cinta dan kasih sayang hanyalah omong kosong.

Dan wanita adalah makhluk perusak, penampilan mereka yang lemah lembut dan telihat rapuh hanyalah kedok. Seperti itulah wanita bagi seorang Maximilliano. Bergelimangan materi tidak serta merta membuat kehidupannya damai dan bahagia. Keluarganya hancur berantakan, ibu yang di sayanginya meninggal dengan cara yang mengenaskan.

Semua itu di karena perbuatan wanita iblis yang menjadi simpanan ayahnya. Tak puas menghancurkan keluarganya, wanita iblis itu berhasil membuat ibunya menderita hingga akhir hayatnya, membuat sang ayah mengalami kelumpuhan. Seluruh harta milik keluarganya habis tak tersisa dan pergi begitu saja. Max yang saat itu masih berusia 12 tahun harus banting tulang untuk menghidupi dirinya dan ayahnya yang mengalami kelumpuhan.

Meskipun sang ayahlah penyebab awal semua kehancuran keluarganya, Max masih mau merawat sang ayah. Wanita iblis itu tak menyadari bahwa ia telah menyalakan api di dalam sekam. Yang sewaktu-waktu siap membesar dan membakar apa saja yang menghalangi jalannya.

Kerja keras Max membuah hasil. Lihatlah apa yang di miliki olehnya saat ini. Materi yang berlimpah, apapun yang di inginkannya akan segera di penuhi. Tak ada seorang pun yang mampu menolak keinginannya. Max tumbuh menjadi seorang pria yang di anugrahi oleh ketampanan yang mematikan bagi kaum wanita. Perpaduan malaikan dan iblis dalam satu tubuh.

Para wanita berlomba-lomba mendekatinya bahkan dengan sukarela memberikan tubuhnya kepada sang Don Juan. Terkadang Max menatap jijik kepada wanita-wanita yang selalu mengejarnya itu. Semakin rendah pula ia memandang wanita.

Satu yang menjadi tujuannya sejak lama. Mencari keberadaan wanita yang telah menghancurkan keluarganya. Itulah mengapa ia mengganti nama belakang keluarganya menjadi Alderman yang merupakan nama belakang keluarga angkatnya.

Max ingin menghancurkan wanita iblis itu. Bahkan jika perlu ia akan melenyapkannya, sama seperti ketika ia melenyapkan ibu tercintanya. Dendam kesumat itu memang telah mendarah daging di hidupnya, jauh ketika ia masih anak-anak.

Sayangnya ia belum berhasil menemukan keberadaan wanita iblis itu hingga saat ini. Mau tak mau ia harus kembali memendam dan menahan amarah yang selama ini menggerogotinya.

***

Sebulan kemudian akhirnya ia berhasil menemukan tempat tinggal si wanita iblis. Maka tak perlu berpikir panjang Max langsung pergi mendatangi wanita itu dan langsung membuat keributan. Beberapa orang bodyguardnya sedikit mengobrak abrik kediaman si wanita iblis itu. Barulah Max masuk ke dalam untuk bertatapan langsung dengan  wanita iblis itu.

"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di rumahku?" Pekik si wanita iblis ketika melihat Max masuk.

"Kau tidak ingat kepadaku? Ah, sudah lama sekali ternyata. Sejak kau pergi membawa seluruh harta milik ayahku dan membuat ibuku menderita hingga akhir hayatnya." Ucap Max dengan suara dingin dan wajah yang sangat datar.

Wanita itu tercengang ketika mendengarkan penuturan yang di ucapkan oleh pria yang kini tengah berdiri di hadapannya. Ia langsung teringat pada seorang anak laki-laki yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Meskipun ia masih kecil tapi terasa sekali aura membunuh yang menguar dari tubuh kecil itu. Bagaimana mungkin ia lupa pada Joshep Jefferson. Seorang pria kaya raya yang hidupnya telah berhasil ia hancurkan.

Jika ia tak salah ingat pria yang di hadapannya saat ini adalah seorang CEO muda yang paling sukses di seantero negeri. Semua orang tahu benar sepak terjang seorang Maximilliano Alderman.

Namun wanita itu tak pernah menyangka bahwa Maximilliano Alderman adalah anak dari pria yang telah ia hancurkan hidupnya di masa lalu. Tubuhnya bergidik ngeri, karena ia tahu apa yang akan di lakukan oleh Max pada orang-orang yang di anggapnya musuh.

Sudah jelas sekali Maximilliano Alderman menganggapnya musuh. Musuh bebuyutan mungkin, karena ia telah menggancurkan keluarganya yang harmonis. Ia menghancurkan keluarga itu tanpa ampun dan belas kasihan.

"Apa yang kau mau dariku?" Tantang wanita itu sambil tetao bersikap tenang. Meskipun sebenarnya ia sangat ketakutan.

"Aku akan membuatmu membayar semua perbuatanmu di masa lalu. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan kepada keluargamu wanita iblis." Ancam Max sambil menatapa tajam wanita itu.

Kemudian Max pergi meninggalkan kediaman wanita itu. Ada berbagai rencana yang tersusun di dalam kepalanya. Rencana untuk membalaskan dendamnya yang terpendam selama bertahun-tahun. Ia telah bersumpah untuk membalaskan dendam atas kematian ibunya. Dan kali ini wanita iblis itu takkan pernah bisa lolos.

2 komentar:

  1. ih waw....

    mau donk Max #eeh
    tp ga pke BP sm iket2 loh :3

    ini konflik berbalut eroro atau eroro berbalut konflik thor? #plaakk
    Hehehe...

    lanjutin mesumnya thor wkwkwkwk...

    BalasHapus