Kehidupanku setelah kepergian Paul untuk selama-lamanya telah mengubah hidupku sepenuhnya. Kini semuanya tak lagi sama. Rasa kosong dan sepi itu amat sangat terasa nyata. Keinginan untuk menghabiskan usia senja bersama sambil bergandengan tangan dan menikmati matahari terbenam bersama pupus sudah.
Aku tak tahu sampai kapan aku terus menerus seperti ini. Sulit untuk melupakan sosok Paul. Terlebih lagi William memiliki paras sang ayah, William adalah replika suamiku. Aku akan memeluk William sambil menangis dalam diam ketika aku sudah benar-benar tak mampu lagi membendung dan menahan perasaan rinduku kepada Paul.
Belum puas aku merasakan hidup bersamanya. Terlebih lagi Paul mengatakan bahwa ia akan pensiun dari profesinya saat ini. Karena Paul ingin membayar semua waktunya yang hilang bersama Meadow. Apalagi saat William telah hadir di tengah-tengah keluarga kecil kami, Paul benar-benar tak bisa jauh dengan kedua anaknya.
Kehadiran William membuat keluarga kami menjadi lengkap. Ada Meadow yang cantik dan William yang tampan. Anganku melambung tinggi setelah melahirkan William. William dan Meadow benar-benar membuatku merasa menjadi seorang wanita dan seorang ibu yang sempurna.
Dan semua itu berkat Paul, ialah yang selalu menyemangati dan menguatkanku ketika aku merasa tak yakin dengan semua hal yang aku alami ini. Ia juga selalu mengatakan bahwa aku akan menjadi ibu yang baik untuk Meadow dan William.
Aku tahu bahwa aku tak bisa terus menerus seperti ini. Terpuruk dan terpaku pada masa lalu. Aku harus bangkit, demi kedua anakku. Mereka berdua sangat membutuhkanku.
Setelah tiga bulan mengurung diri di rumah bersama anak-anak dan keluarga besar Paul akhirnya aku nenutuskan untuk keluar. Memulai kembali aktivitasku seperti biasa. Hal pertama yang aku lakukan adalah pergi ke area crashsite sambil membawa sebuket bunga mawar merah dan putih.
Tujuanku hanya ingin menunjukkan bahwa perasaan cintaku pada Paul takkan pernah berubah sedikitpun. Meskipun perkenalan kami singkat tapi Pau telah memberikanku banyak hal. Membuatku merasa di cintai, di sayangi, di butuhkan, dan di inginkan dengan begitu besar.
Air mataku tak kuasa lagi kutahan saat sampai di tempat kejadian. Sekuat tenaga aku menahan pergolakan emosi yang terjadi di dalam diriku ketika melihat tempat itu. Tempat di mana suamiku meregang nyawa hingga akhirnya Tuhan mengambilnya kembali.
Sejak kejadian kecelakaan yang menewaskan Paul aku benar-benar menjauhi media. Aku tidak menonton TV, tidak membaca majalah, bahkan aku menutup akun pribadiku di media sosial untuk sementara waktu.
Membaca berita tentang kecelakaan itu hanya membuatku menangis meraung dan histeris. Tapi sekarang sudah tidak. Saat ini aku terkesan acuh ketika mendengar berita-berita tentang kecelakaan maut yang telah merenggut nyawa suamiku. Aku tak mau mengingat semua itu.
Yang akan aku ingat saat ini dan selamanya hanyalah kenangan indahku bersama Paul dan anak-anak. Karena kenangan indah itulah yang akan selalu membuatku menjadi kuat untuk Meadow dan William. Kebahagian anak-anakku yang kini menjadi prioritas utamaku.
***
Aku kembali ke studio untuk melanjutkan rekaman album terbaruku yang terbengkalai. Tawaran untuk fashion show dan pemotretan pun aku terima. Sebanyak apapun aku mengambil pekerjaan aku akan berakhir dengan keadaan yang sama.
Diam-diam menangis sambil memandangi cincin pernikahanku. Cincin yang di sematkan oleh Paul untuk mengikatku. Sebuah benda yang memiliki histori dan sangat sakral untukku. Saat ini aku sedang berada di sebuah hotel yang ada di kota New York.
Aku menatap langit sore dari balkon kamarku. Tahun lalu aku bertemu Paul di kota ini dan besok malam acara yang mempertemukan kami akan di gelar besok. Hatiku berdebar tak karuan, otakku langsung kembali ke masa itu. Masa-masa indah yang takkan pernah bisa aku lupakan selamanya.
It’s been 3 months and a day
Since you’ve pulled my heart away
Still can’t believe you’re gone
And so hard for me to say
Just when I feel I can’t move on
I’m reminded by our song
And every line brings back memories
And slowly breaks my heart til I can't breathe
Remember when you used to love me?
When you said you couldn’t live without me
And I want you back
Why you act like that?
And now all I can say…
Remember when you used to love me?
I could’ve sworn you said you’d never leave me
So where I belong?
What did I do wrong?
Guess that’s all that’s left to say
So baby, why the sudden change?
Seems like minutes til New Orleans, now it’s turned to days
Wish I could forget it really, too much to erase
Oh baby, please come back to me
It shouldn’t be this hard to see
Cause I’m so sick of missing memories
That slowly breaks my heart til I can't breathe
Remember when you used to love me?
When you said you couldn’t live without me
And I want you back
Why you act like that?
And now all I can say…
Remember when you used to love me?
I could’ve sworn you said you’d never leave me
So where I belong?
What did I do wrong?
Guess that’s all that’s left to say
What about all the dreams we had?
Say you, this wouldn’t last
I just wish you were wrong
What about baby I love you?
Telling me you’d never do
Oh won’t you just come undone?
Tell me why you wanna hurt me
I don’t deserve this
I thought we have everything everything
Anything anything
Do you remember?
Baby, please say you remember baby
All we were, you and me
Do you remember?
I could’ve sworn you said you’d never leave me
Yea, I want you back
Why you act like that?
And now all I can say…
Remember when you used to love me?
When you said you couldn’t live without me
Remember when you used to love me?
I could’ve sworn you said you’d never leave me
So where I belong?
What did I do wrong?
Guess that’s all that’s left to say
(Samantha Jade - Remember)
"Aku sangat merindukanmu, Paul." Gumamku sambil menatap langit yang kini mulai berubah senja.
"Jika kau merindukanku tataplah langit yang terhampar luas di luar sana. Langit yang tanpa batas seperti itu pulalah perasaanku kepadamu. Tanpa batas dan takkan pernah habis. Bahkan kematianpun takkan bisa menghapuskannya. Jika kematian memisahkan kita percayalah bahwa kita akan di persatukan kembali di tempat yang jauh lebih indah. Itulah yang akan aku lakukan. Jika suatu saat nanti Tuhan memanggilku terlebih dahulu jangan menangis. Yakinlah karena kita akan bertemu kembali. Aku akan menunggumu di surga." Ucap Paul ketika kami sedang menghabiskan waktu bersama di sela-sela kesibukannya.
Aku termenung mendengarkan kata-kata yang baru saja terlontar dari bibirnya. Perasaanku campur aduk, entahlah tapi aku tak mau terbebani oleh kata-kata itu. Apalagi saat ini aku tengah mengandung. Dalam hitungan hari buah cintaku dan Paul akan terlahir ke dunia ini.
"Ada apa sayang? Jangan terlalu memikirkan kata-kataku barusan. Aku juga tidak tahu mengapa aku brkata seperti itu." Ucapnya sambil mencium keningku, "Jangan pikirkan lagi, kau tidak boleh stress sayang." Lanjutnya sambil mengelus perutku dengan lembut.
"Aku hanya gugup menanti kelahiran bayi kita, sayang." Ucapku bohong.
"Semua akan baik-baik saja, sayang. Kau akan menjadi seorang ibu yang hebat. Kau sudah membuktikannya dengan merawat Meadow." Ucapnya memberi semangat.
"Terima kasih karena sudah memberikanku kepercayaan ini." Tuturku tulus sambil membelai wajahnya dan menepelkan kening kami.
"Aku akan selalu ada di sisimu hingga akhir waktu, sayang. Setelah selesai syuting film Fast and Furious 7 selesai aku akan berhenti menjadi aktor. Aku ingin melihat anak-anakku tumbuh dewasa dan aku ingin mendampingi mereka." Ungkapnya.
Air mata yang tiba-tiba jatuh membasahi pipiku langsung mengeluarkanku dari ingatan itu. Ingatan yang baru aku sadari bahwa itu adalah salah satu pertanda. Pertanda yang lagi-lagi luput dari pengamatanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar