PROLOGUE
" The greater the love, the
greater the tragedy when its
over. Those two elements
always go together - Unknown"
Ketika semua orang di sekitarnya bahkan keluarganya mencaci dan memakinya karena di anggap pembawa sial dan pembawa kematian. Penderitaan datang bertubi-tubi menerpa tubuhnya yang lemah dan
begitu rentan, tanpa belas kasihan sedikitpun. Hingga akhirnya ia di buang dan di asingkan.
Entah apa yang salah dengan dirinya. Sebutan sebagai pembawa sial dan pembawa kematian mungkin memang benar adanya. Karena di mana pun ia berada tak lama kemudian akan terjadi sebuah kejadian atau peristiwa yang tragis dan memilukan di tempat itu.
Ia sendiri tak mengerti mengapa hal seperti itu bisa terjadi.Kebetulankah? Entahlah, karen kebetulan itu sekarang tidak sesuai dengan logika, karena kejadian tragis itu sering sekali terjadi.
Di usianya yang mulai beranjak dewasa ia cenderung menutup diri dari dunia luar. Tak membiarkan seorang siapapun masuk ke dalam hidupnya. Ia berusaha untuk menghindari kontak dengan orang banyak.
Kutukankah semua ini? Entahlah, yang pasti tak jarang ia selalu berharap bisa menjalani kehidupan normal seperti kebanyakan orang. Memiliki kekasih seperti wanita seusianya. Namun semua itu hanya angan yang takkan pernah terwujud dan menjadi kenyataan.
Dan hingga suatu hari akhirnya ia merasakan apa itu yang di namakan cinta. Ya, akhirnya ia merasakan perasaan meskipun ia tak yakin dengan apa yang di rasakannya saat ini. Cintakah atau hanya sebatas kekaguman saja, entahlah. Yang ia tahu bahwa jantungnya sering kali berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya setiap kali melihatnya dari kejauhan.
Ia tak berani mendekat dan sebisa mungkin membuat dirinya tak terlihat oleh siapapun. Ia takut kejadian mengerikan itu akan kembali terulang.
Namun ketika ia mulai merasakan ketenangan dalam hari-harinya dan tak ada yang terjadi dengan seseorang yang berhasil mengusik ketentraman hatinya. Tiba-tiba teror itu kembali datang. Pemandangan
mengerikan dari kejadian itu kembali di lihatnya. Bahkan lebih buruk karena pada akhirnya ia mengetahui apa yang membuatnya di buang oleh keluarganya sendiri.
Bisakah ia terlepas dari semua
kejadian mengerikan itu atas bantuan dari orang-orang yang baru di kenalnya dan mau membantunya agar terlepas dari semua hal mengerikan itu? Ataukah ia harus hidup dengan teror mengerikan itu selamanya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar